Senin, 02 Desember 2013

Rumah Kita




Rumah harus ditata sebaik mungkin dan selalu diupayakan agar mampu memancarkan roh kasih sayang. Ada damai di rumah, ada saling merindukan antara anggota keluarga ,tanpa pertengkaran. Ada uluran tangan untuk membantu orang yang membutuhkan sehingga semua anggota keluarga selalu ingin segera kembali ke rumah setelah tugas-tugas rutin selesai. Ada rasa rindu bertemu dengan seisi rumahnya.
Khusus untuk anak-anak, dunia di luar rumah banyak menawarkan hal-hal menarik seperti: mall, ada tempat olah raga yang menyenangkan, ada perpustakaan dan lain-lain, tetapi setelah itu selesai dilakukan ada keinginan segera kembali ke rumah, dimana ada kasih sayang. Fakta yang kita lihat sekarang adalah penyakit yang tidak rindu segera kembali ke rumah karena anak-anak sudah kecanduan bermain games di warnet. Mereka sanggup duduk berjam-jam di sana, tetapi tanpa disadari bahaya pertumbuhannya. Mereka lebih senang seharian di warnet dari pada kembali ke rumah.
Mengapa demikian?  Itu terjadi karena anak itu tidak menemukan kasih sayang di rumah. Bagaimana supaya hal demikian tidak terjadi? Hanya ada satu hal:"Ciptakan Kasih sayang di rumah". Hubungan mesra bagi yang berpasangan sampai kakek-nenek harus dipelihara secara terus-menerus, sepanjang masa, pada usia berapa saja. Dengan memberi teladan yang sangat jelas, maka membina anak/menantu akan jauh lebih mudah dari pada memberi nasehat melalui seribu kata-kata. Demikian juga pembinaan kepada para cucu. Apabila pembinaan keluarga dapat berhasil, setapak demi setapak, maka kehidupan ini, juga akan terasa semakin indah. Hidup yang terasa indah ,juga berpengaruh baik terhadap kesehatan tubuh. Coba bayangkan dengan kehidupan yang dirasakan sebagai suatu kepahitan. Muka cepat berkerut, Kebahagiaan sulit diraih, karena yang ada dalam hidupnya kebanyakan mengeluh. Hidup diusia lanjut akan terasa menyenangkan dan bahagia, apabila kita dapat memiliki sbb:
1.      Kesehatan yang sebaik mungkin.
2.      Keluarga yang harmonis,tidak bermasalah.
3.      Keuangan yang mencukupi,tanpa berlebihan ataupun kekurangan  (Amsal 30 : 7 – 9)
4.      Hidup secara wajar,mandiri,terhormat dan bermakna.
Keuangan yang mencukupi, tanpa kekurangan pada usia lanjut sangat penting, tetapi keuangan yang mencukupi bukan hadiah yang dengan dengan tiba-tiba melainkan bekal yang disiapkan sendiri sejak dini.  Jadi sejak usia muda  setiap orang harus mempersiapkan diri, dengan menabung dan menyimpan uang tabungannya dalam berbagai investasi yang baik, bukan gambling.
Investasi pertama yang penting adalah memiliki rumah tinggal sendiri, yang lokasi dan luasnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jikalau masih belum dikaruniakan Tuhan buat kita, kita dapat  kontrak sesuai kebutuhan kita dan usahakan tidak  nebeng di rumah orangtua/mertua. Rumah tinggal itu adalah investasi yang paling baik dan sangat penting untuk kemudian hari.
Setelah itu kalau kita mampu menahan diri untuk tidak membeli barang-barang konsumtif, maka kemampuan menabung akan meningkat, dana tersebut bisa kita alokasikan untuk pendidikan anak-anak, atau membeli ruko untuk usaha sampingan.  Selamat menabung bagi keluarga muda,dan jangan boros membelikan kepada hal-hal yang tidak berguna. Tetapi, jangan sampai merampok hak orang lain, hidup lah tetap dalam Tuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar