Senin, 02 Desember 2013

KETULUSAN CINTAKU




Engkau awan yang selalu berikan hitam dan putih jiwaku,
yang memancarkan aura cinta,
yang memanggilku untuk memberimu tulus cinta dari hatiku,
Bintang,
jagalah dirinya dari gelap malam,
saat kau kelipkan cahayamu,
berikanlah dia selalu mimpi indah tetang kita berdua,
Bulan,
teduhkan hati dan jiwanya di saat rindu datang diantara kita berdua,
wujudkanlah cinta yang tulus dan sejati antara diriku dan dirinya,
karena diriku
menyayanginya
mencintainya
dan
selalu merindukanya…..
ku mohon dengarkanlah suara hatiku ini,,
jika esok,,
aku bahagia atau berduka,,
ku mohon tetaplah disampingku,,
jika esok,,
aku bersalah,,
ku mohon maklumilah aku,,
dan,,
jika esok,,
aku telah tiada,,
ku mohon maafkanlah semua kesalahanku,,
tetaplah mencintaiku dan jangan lupakan aku,,
karena ku

bila cinta datang padmu
sambutlah dengan indah dihatimu
bila kau mulai merasakan rindu
cibolah peluk bayangan – bayangan disekitarmu
bila kau bunga
ku siap untuk jadi tanah tampat kau tumbuh
jika kau takut akan gelap
ku siap menjadi penerang dalam hatimu
jika ku beleh berbicara…
ku ingin katakan “ku sayang kamu cinta”
dalam gelapnya malam tanpa bintang
ku terdiam mengenangmu
senyum yang dulu slalu mengisi hari – hari ku
kini tak lagi ku rasakan
canda yang mesra darimu
tak bisa lagi ku lihat
ketulusan itu….

Tak mampu lagi santunku terucap
Jiwapun terdiam dingin
Hingga membeku laksana bongkahan es
Rintihan kalbu semakin mencekam dalam kebekuan
Kedunguanku mengahancurkan semua mimpi indah bersamamu
Menorehkan penyesalan yang tak mampu terucap
Menghimpit sesak yang tak dapat terurai
Kehilanganmu hanya meninggalkan jejak luka
Semakin lama yang semakin tak tertahan..
Sosok pribadi yang begitu lembut dan indah
Yang pernah menemani dalam kesendirian
Yang pernah menghangatkan dikala hati membeku
Yang pernah meneteskan air mata bersama kesedihanku
Kini pergi menghilang meninggalkan jejak berjuta kenangan
Canda tawa bersamamu kini hanya penantian panjang
Tutur sapa dengan dirimu kini hanyalah impian tanpa kenyataan
Jauh tatapan menerawang hanya untuk mengenang
Jauh santun berkata hanya untuk berucap maaf
Jauh hati mengharap hanya untuk menguntai rindu
Walau ku tau beribu benci yang engkau hadirkan
Namun hati akan terus menanti hatimu kembali,                                                                              namun raga tak mungkin akan menyatu,                                                                                                   menanti hati memadu  walau hingga ujung waktuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar