Jumat, 18 November 2016

Teriakan jiwa



Teriakan Jiwa...  ratapan hati,
Hanya selembar kertas dan pena yang setia bersama,
Tidak juga kau.....
Ku meronta  diantara jiwa
Ku melantunkan laguku untukMu
di hati kecil berjurai air bening menetes di pipi
dan seluruh rona tercipta sejuta makna...
hadirMu lumbung sukaku,
bagiMu tumpahan dukaku.

Senin, 11 Januari 2016

Belajar Menghormati Setiap Orang


Suatu pagi, seorang wanita berpenampilan menarik berusia sekitar  30-an tahun  membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.Seperti umumnya perkantoran, karena masih sepi, mereka duduk di taman di samping gedung kantor tersebut sambil menikmati cemilan, seraya menikmati hamparan hijau nan asri yang ada dilokasi tersebut. Maklum sajalah, kantor perusahaan besar, pastilah land scape nya sudah ditata oleh seorang arsitektur yang mumpuni. Namun karena kebiasaan buruk dari keluarga si Ibu ini,  Selesai makan, dengan santai si Ibu membuang sembarangan tisu bekas pakai dan sampah sisa makanan ke taman yang tertata dengan rapi dan bersih itu. Padahal, tak jauh dari tempat itu, ada seorang Kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting. Dengan menatap tajam,dan sedikit heran sang Kakek itu menghampiri, memungut sampah tisu dan sisa makanan sang Ibu dan membuangnya ke tempat sampah yang sudah tersedia tidak jauh dari tempat sang Ibu dan anaknya duduk.
Beberapa waktu kemudian, kembali si Ibu dan anaknya itu membuang bekas makanan dengan sembarangan. Lagi-lagi kakek itu dengan sabar memungut dan membuangnya ke tempat sampah, dan menegur anak sang ibu. "Nak, jangan buang sampah sembarangan, kan di sana ada tempat sampah?"
Karena merasa jengkel, sang Ibu menyindir si Kakek dan berkata kepada anaknya, sambil menunjuk ke arah sang kakek, si Ibu itu lantang berkata ke anaknya, "Nak, kamu lihat di belakangmu, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu. Kerjanya mungutin dan buang sampah! Jelas, ya?"

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa wanita itu, "Permisi, ini adalah taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk ke sini?"
Wanita itu dengan sombong menjawab, "Saya? Oh, saya adalah calon manager logistik yang dipanggil oleh perusahaan ini."
Di waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sikap sopan dan hormat menghampiri kakek tua tersebut sambil berkata, "Pak Presiden Direktur, mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai."
Sang kakek mengangguk. Lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita di situ, dia berkata tegas, "Manager, tolong untuk wanita ini, saya tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun diperusahaan ini."
Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, "Siap Pak Presdir, sesuai perintah Bapak."
Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan sambil membelai kepala si anak yang sejak tadi memperhatikannya, lalu berkata: "Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati setiap orang, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah sekalipun!".........