MEMILIH PEMIMPIN
Yeremia 22:13-19
Yeremia 22:13-19
Dalam situasi seperti ini,kita yang mengaku umat pilihan Tuhan bisa jadi keliru dalam menentukan pilihan karena termakan iklan atau karena ajakan untuk memilih dengan pendekatan duniawi antara lain berdasarkan kesamaan suku atau agama, bahkan ada yang berbau korupsi, baik korupsi kebijakan maupun harta. Tidak jarang kita yang mengaku pengikut Tuhan terjebak dalam ranah ini, misalnya: Mengadakan kegiatan ibadah dengan mengundang salah satu kandidat dengan tujuan tertentu, seolah-olah ibadah, tapi pakai makna ganda. Hal ini kita bungkus dengan kemasan yang sangat rapi dan terkesan bagian dari ibadah, sehingga kita memilih tidak lagi berdasarkan fakta, namun sudah didominasi kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Saya juga dalam hal ini tidak dalam kapasitas menyatakan salah atau benar, sebab itu milikNya sebagai "Hakim" atas dunia ini beserta isinya.
Pada saat ini saya mau shear sebuah renungan yang saya baca di Renungan Harian saya dimana penulis mengutip Firman Tuhan untuk memberi tuntunan kepada kita untuk memilih pemimpin yang benar, yaitu menetapkan pilihan pada dia yang mengenal Allah. Namun, untuk dapat mendeteksi sampai pada karakter tersebut, ternyata tidak sesederhana menyimak tampilan iklan yang mereka tampilkan dan tayangkan, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Karakter ini juga tidak dapat dikenali dari keluarga,suku bahkan agama seorang kandidat. Hal ini saya tuliskan, karena tak sedikit manusia yang dapat memanipulasi sejarah hidupnya. Yang disebut iklan, tentunya hanya ditayangkan hal-hal yang baik saja bahkan lebih lagi dengan menggunakan bahasa hiperbola.
Melalui Kitab Yeremia, Tuhan mengajar kita untuk melihat perwujudan karakter "mengenal Allah" pada kehidupan sehari-hari, dalam tindakan nyata: melakukan keadilan, kebenaran, memperhatikan dan memperlakukan orang sengsara dan miskin dengan adil.
Sudah seharusnya dalam memilih pemimpin mendatang,pertama sekali kita mendoakan secara khusus, mohon tuntunanNya lalu kita memang perlu meneliti rekam jejak kehidupan sang calon.
1. Bagaimana kebijakan yang pernah ia buat?
2. Apakah ia dikenal sebagai pribadi yang memiliki integritas?
3. Apakah ia memiliki kesetiaan? dan banyak pertanyaan yang bisa kita ajukan dan dijawab oleh masa lalu seseorang calon. Karena sikap dan karakter, tidak dapat berubah dalam waktu singkat bagi orang yang sudah dewasa. Jawaban dari pertanyaan di ataslah yang kita jadikan sebagai referensi kita untuk menentukan pilihan kita sesudah kita mendoakannya. Hal itu perlu diperhatikan karena dapat dijadikan petunjuk apakah ia mengenal Allah atau tidak. Dengan demikian, kita sebagai anak-anak Terang, jangan ragu dalam menentukan pilihan. Kita harus menyalurkan hak suara kita dengan benar dan tentunya mohon bibingan dan tuntunanNya.
Konteks Pemilihan Presiden kali ini, saya berharap, kita anak-anak Tuhan harus menjadi sumber terang, sumber damai dalam memilih. Kita yang mengaku Kristen tidak boleh apatis dalam kegiatan ini, namun harus bersikap arif dan bijaksana. Jangan lagi terjebak pada daya pikat iklan atau mengikuti ajakan untuk menilai calon berdasarkan kulitnya saja. Jangan menjadi penikmat sampul, penikmat kulit luar saja, tapi mari memahami isi dan rekam jejaknya. Dengan tuntunanNya, dan mengikuti petunjuk Firman Tuhan, marilah kita memilih pemimpin yang benar bagi negeri ini, dan marilah kita DOA kan agar terpilih pemimpin dengan cara yang benar.
Salam Damai dan Kasih..........Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
St.Sarmulia Sinaga.
GKPS Simalingkar Resort Medan Selatan.
GKPS Simalingkar Resort Medan Selatan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua......Salam Damai.