"
You haven't business be praised if not can receive criticism."
atau "Anda tidak berhak dipuji
kalau tidak bisa menerima
kritikan." -- Halle Berry, 2005
Itulah
kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film
James Bond 'Die Another Day' di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie
Award.
Kritik
bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar
saja jika setiap orang tidak suka akan kritik. Bagaimanapun, akan lebih
menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan
mendapatkan pujian. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari
kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya,
di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. :-)
Namun bukan itu permasalahannya! Pertanyaannya sekarang adalah...seandainya kita mendapatkan kritikan,yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah... Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita!Mungkinkah? Mengapa tidak! Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita. Berikut tips untuk Kita saat menghadapi kritik:
1. Ubah Paradigma Terhadap Kritik, Tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita. Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik, Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Kita bias belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Kita. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya. Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada kita. Tokh kita tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bias jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal kita.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik. Tanggapi kritik dengan bijak. Kita tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang. Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema'afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan kita kelak. Jangan pernah kita balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari. Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian kita untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue kesukaan kita. Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan sesuatu yang berharga. So, jangan pernah bosan untuk memburu kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan lapang dada! :-)………………by..(S4MT)
Namun bukan itu permasalahannya! Pertanyaannya sekarang adalah...seandainya kita mendapatkan kritikan,yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah... Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita!Mungkinkah? Mengapa tidak! Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita. Berikut tips untuk Kita saat menghadapi kritik:
1. Ubah Paradigma Terhadap Kritik, Tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita. Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik, Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Kita bias belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Kita. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya. Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada kita. Tokh kita tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bias jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal kita.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik. Tanggapi kritik dengan bijak. Kita tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang. Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema'afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan kita kelak. Jangan pernah kita balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari. Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian kita untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue kesukaan kita. Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan sesuatu yang berharga. So, jangan pernah bosan untuk memburu kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan lapang dada! :-)………………by..(S4MT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar