1. Kasih
Itu Sabar.
Sekalipun kita menginginkan supaya kebutuhan-kebutuhan
kita terpenuhi dan mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan, kita tidak
menuntut pemenuhan semua keinginan kita itu terjadi dengan segera. Kita
ingatkan diri kita bahwa hubungan yang tidak terus bertumbuh akan mati.
Hubungan kita bertumbuh -- karena pernikahan kita itulah kekuatan dan
perhatian kita.
2. Kasih Itu
Murah Hati.
Kita akan selalu saling mendengarkan satu
sama lain. Kita akan memohon kekuatan dari Allah untuk bekerja di dalam
kita sementara kita berusaha untuk mengerti dan memenuhi kebutuhan pihak
lain.
3. Ia Tidak
Cemburu.
Setiap hari kita akan
berkata dan mengungkapkan, "Engkau adalah orang yang paling penting
dalam hidupku." Dengan merasa aman karena memiliki cinta pasangan
kita, kita tidak akan membiarkan hubungan yang renggang mengancam kita.
4. Ia Tidak
Memegahkan Diri dan Tidak Sombong.
Karena kita mengetahui bahwa semua talenta dan keberhasilan kita adalah
pemberian Allah, tidak ada di antara kita yang harus "menang",
atau menjadi "yang paling penting di mata dunia."
5. Ia
Tidak Melakukan yang Tidak Sopan.
Kita akan berlaku sopan satu sama
lain, penuh pengertian dan perhatian seperti kita memperlakukan tamu yang
paling terhormat.
6. Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri.
Bagi setiap kita, kepentingan pihak lain itu sama pentingnya dengan
kepentingan kita.
7. Ia Tidak Pemarah.
Dengan mengenali
bahwa kemarahan seringkali disebabkan oleh keberagaman atau kecemasan
yang ditekan, kita akan berusaha untuk saling terbuka satu sama lain
tentang perasaan kita yang sebenarnya. Karena kita saling melindungi,
kita akan mengendalikan kata-kata dan tindakan kita yang mungkin melukai
pihak lain.
8. Tidak
Menyimpan Kesalahan Orang Lain.
Kadang-kadang kita bisa gagal; kita bisa
saling melukai. Namun sebagai orang-orang berdosa yang sudah diampuni,
kita pun bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita tanpa melakukan
pembalasan dan tanpa menyimpan kesalahan orang lain.
9. Ia Tidak
Bersukacita Karena Ketidakadilan,
Tetapi Karena Kebenaran Karena Kristus hidup di dalam kita, kita dapat
saling mendukung dalam mempelajari firman-Nya dan untuk hidup dalam
terang-Nya. Ia Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu,
Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu Kita
memberikan komitmen sepenuhnya dan selamanya dalam pernikahan ini dan
terhadap satu sama lain. Bahkan ketika saat-saat sulit melanda, kita
takkan menyerah; kita akan berjuang, berdoa, mengasihi, dan bertumbuh,dan
10. Kasih
Tidak Berkesudahan.
Kita
menjadi satu di dalam Kristus selamanya. (1 Korintus 13:4-8)
Diambil
dari: Judul buku asli: Love, Sex & God ……….disadur oleh s4mt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar