Rabu, 04 Desember 2013

Kisah di Balik Lagu




Dahulu di tahun 50-an ada seorang penyiar radio, pelawak, dan penulis lagu di Hollywood, yang bernama Stuart Hamblin. Ia dikenal karena peminum, gonta-ganti wanita, suka pesta pora, dan lain-lain.Salah satu lagu hits-nya pada waktu itu adalah "Aku Tidak Mau Pergi Berburu Denganmu Jake, Tapi Aku Pergi Berburu Cewek". Pada suatu hari seorang pengkhotbah muda mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Tenda. Hamblin mengajaknya ikut siaran di acara radionya untuk mengolok-olok dia.Untuk mengumpulkan informasi lebih banyak untuk acaranya, Hamblin menghadiri salah satu acara KKR itu. Pada awal acara ibadah itu sang pengkhotbah mengumumkan, "Di sini ada seorang pria yang hidupnya penuh kepalsuan." Mungkin saja ada orang-orang lain yang merasa hal yang sama, namun Hamblin merasa yakin bahwa dirinyalah yang dimaksud pengkhotbah itu (beberapa orang menganggapnya ia tertempelak), namun ia tak bertobat. Perkataan itu terus menghantuinya sampai beberapa malam kemudian, sehingga ia muncul di depan pintu kamar hotel pengkhotbah itu dalam keadaan mabuk pada sekitar jam 2 pagi, meminta agar pengkhotbah itu berdoa baginya. Namun pengkhotbah itu menolak, sambil berkata, "Ini adalah urusan anda dengan Tuhan dan saya tidak ingin mencampuri." Meskipun demikian pengkhotbah ini mempersilakan Hamblin masuk ke kamar hotelnya dan mereka berbicara sampai jam 5 pagi, hingga Stuart bertekuk lutut di hadapan Tuhan dan menangis, berseru kepada Allah.Itu bukanlah akhir kisahnya. Sejak saat itu Stuart berhenti minum-minuman keras, berhenti mengejar-ngejar wanita, berhenti melakukan segala hal yang "fun". Segera ia mulai tidak disukai lingkungan Hollywood. Akhirnya ia dipecat dari stasiun radio itu ketika ia menolak perusahaan bir menjadi sponsor. Ia mengalami masa yang sukar. Ia mencoba menulis beberapa lagu "Kristen", namun yang meraih sukses hanya lagu "This Old House", yang digubah untuk temannya, Rosemary Clooney.Sementara ia terus bergumul, seorang sahabat lamanya, John, menemuinya dan berkata kepadanya, "Semua kesulitan ini dimulai ketika engkau menemukan "agama". Apakah hal itu layak untuk ditukarkan dengan semuanya?" Stuart berkata sejujurnya, "Ya." Kemudian sahabatnya ini bertanya, "Dahulu engkau sangat menyukai minuman keras, apakah tidak pernah kepingin lagi?" Dan jawaban Stuart, "Tidak!" Lalu John berkata lagi, "Aku tidak mengerti bagaimana engkau bisa berhenti minum dengan mudah."Dan jawaban Stuart adalah, "Itu bukan rahasia besar. Segalanya mungkin bersama Allah." Atas jawaban ini John berkata, "Nah, itu adalah perkataan yang menarik. Engkau harus menulis sebuah lagu tentang hal itu." Dan seperti orang bilang, "Selebihnya menjadi sebuah sejarah."Lagu yang digubah Stuart adalah "It Is No Secret" yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, "Tak Tersembunyi Kuasa Allah. "Tak tersembunyi, kuasa Allah Yang lain ditolong, saya juga Tangan-Nya terbuka, menunggulah Tak tersembunyi, kuasa Allah. Ngomong-ngomong, sahabat Stuart itu adalah John Wayne. Dan pengkhotbah muda yang menolak mendoakan Stuart Hamblin? Dialah …Billy Graham!

Cermin yang Terlupakan




Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan  lagi. Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu  di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, 35 tahun yang lampau.

 Karena Tia tidak suka akan cermin itu, lalu ia simpan di gudang, maklum yang memberinya adalah mantan kekasih dari Porman sewaktu mereka mahasiswa yaitu Imel.Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok  di loteng. 

Setelah 35  tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang  lain untuk dijual keesokan hari. Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah  mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang  mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah  tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua  yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli. Seorang lelaki menghampiri Porman,dan berkata "Berapa harga cermin itu?"  katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi. Porman tercengang."Wah,  saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh  ingin membelinya?" katanya. "Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus."  jawab pria itu. Porman  tidak tahu berapa harga yang pantas untuk  cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu  tetaplah jelek dan tidak berharga. Setelah berpikir sejenak, Porman   berkata, "Hmm .... anda bisa membeli cermin itu seharga Rp 25.000 katanya." Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang  Rp.50.000.- dan memberikannya kepada Porman. "Terima kasih," kata Porman , "Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?" "Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang."  Jawab si pembeli yang bernama Lompow. Porman  memberikan ijinnya, dan Lompow  itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Porman. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan  lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya. Bingkai cermin  itu ternyata terbuat dari emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang  selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu!"Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak Lompow  dengan gembira. Porman  tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah  itu dibawa pergi oleh Lompow sipemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu…………..s4mt

KEHADIRAN YANG MENGHIBUR




2 Korintus 7:2-7
Pernahkah Anda merasa sangat gembira karena kehadiran seseorang?
Saya pernah.
Tepatnya ketika saya masih kanak-kanak. Waktu itu saya sudah beberapa hari merasa lesu tanpa sebab yang jelas. Suatu malam, seorang saudara sepupu yang juga adalah teman bermain saya, datang ke rumah. Tiba-tiba saya merasa sehat dan langsung bermain dengannya di halaman seperti biasa. Ajaibnya, setelah itu saya benar-benar sembuh total. Orangtua saya bingung melihat apa yang terjadi. Mereka hanya bisa menyimpulkan bahwa saya sangat terhibur didatangi saudara sepupu itu, sehingga tubuh saya terpengaruh hingga benar-benar sembuh. Paulus juga pernah merasa sangat bersukacita atas kedatangan seseorang.  Peristiwanya terjadi di Makedonia. Pada saat itu Paulus merasa sangat tertekan. Kedatangan Titus, anak rohani yang sangat dikasihi Paulus, di saat yang demikian membuat Paulus merasa sangat terhibur. Belum lagi berita yang dibawa Titus tentang bagaimana kasih jemaat Korintus bagi Paulus, membuatnya semakin merasakan sukacita yang melimpah-limpah. Dalam refleksinya, Paulus kemudian mengimani bahwa itulah cara Tuhan menguatkan dirinya agar mampu menanggung penderitaannya saat itu. Kehadiran seseorang, terutama bagi mereka yang sedang berkesusahan, kerap kali menghadirkan sukacita tersendiri. Sebab orang-orang yang demikian biasanya membutuhkan teman yang peduli. Karena itu, jika kita tahu bahwa ada orang yang membutuhkan kehadiran kita, jangan berpikir dua kali untuk mengunjunginya. Waktu dan perhatian yang kita berikan pasti akan dipakai Tuhan untuk menguatkannya. ADAKAH ORANG YANG SEDANG MEMBUTUHKAN
KEHADIRAN KITA? SEGERA KUNJUNGI DIA!    KARENA SUKSES ADALAH SEJAUH MANA DAN SEBERAPA BANYAK KITA DIBUTUHKAN ORANG LAIN…… (S4MT)